Showing posts with label kata. Show all posts
Showing posts with label kata. Show all posts

September 27, 2011

mimpi burukmu

siang ini, di mobil, aku dan Bapak bercerita banyak tentang kejadian yang kami alami hari ini. like we always do. sampai kemudian, Bapak menceritakan sesuatu yang mengejutkan. dan bisa dibilang, ini merupakan kabar yang mengejutkan dan sangat tidak menyenangkan. tentang kamu, tentang Ayahmu. ingin rasa hati ini mengetikkan kata-kata penghiburan untukmu, tapi terbersit di pikiranku, "ah, siapa aku ini?" sehingga aku memutuskan untuk diam dan cukup memberikan doa kepada Ayahmu dari kejauhan.

siang berlalu, hingga sore menjelang. Bapak ternyata memutuskan untuk menunda menjenguk Ayahmu, menjadi esok pagi. namun sayang, Bapak terlambat. pukul 9.30 malam, seorang teman mengirimkan pesan kepadaku. mengabarkan kesedihanmu. mimpi burukmu. ya, Ayahmu telah berpulang, kembali kepada-Nya. Bapak dan Ibu terkejut saat kuberitau berita ini. kami semua terkejut. apalagi kamu? beliau adalah Ayahmu, beliau adalah pahlawanmu. beliau adalah panutanmu. peristiwa ini pasti sangat memukulmu. aku tidak bisa berkata bahwa aku mengerti perasaanmu sekarang, karena aku belum, dan semoga tidak akan, mengalami apa yang kamu alami. tapi, aku sangat dekat dengan Bapakku. dan aku bahkan tidak sanggup untuk membayangkan bagaimana perasaanku jika harus kehilangan Bapak. apalagi kamu?

aku mencoba mengirimkan pesan untukmu. mengirimkan pesan ke salah satu temanmu. tapi tiada yang merespons. aku mencoba mencari kabar tentangmu di twitter. ternyata berita duka ini sudah menyebar sejak satu jam yang lalu. dan kebetulan ada salah satu teman kakakmu yang mengatakan kapan Ayahmu dimakamkan. Bapak dan Ibu pun merundingkan kapan waktu yang tepat untuk datang ke kediamanmu. sementara aku hanya mendengarkan sembari terdiam. pikiranku tertuju padamu. bagaimana keadaanmu sekarang? apakah kamu menangis? ataukah kamu justru sedang menenangkan Ibumu? apakah dia sudah disana? apakah dia sudah berhasil sedikit meringankan kesedihanmu?

September 01, 2011

at this moment

what did you thinki would do at this moment?when you're standing before mewith tears in your eyestrying to tell me that youhave found you anotherand you just don't love me no more
and what did you thinki would say at this moment?when i'm faced with the knowledgethat you just don't love medid you think i would curse youor say things to hurt you?'cause you just don't love me no more
did you think i could hate youor raise my hands to you?come on, you know me too welland how could i hurt youwhen darling, i love you?and you know that i could never hurt you

July 09, 2011

self contemplation

just blogwalking, and suddenly i found this.. err i dont know, poem? well whatever it is, i love this one, i rewrite it here so i can share it to ya guys, enjoy :)

I am a drug addict…
Confused, bewildered,
and frustrated with life.
I am a part of many things;
but a whole of nothing.
I am free on a dance floor, in a convertible,
Running with the wind at my back.
I am a slave in a classroom
In parental admiration,
In imposed silence.
I am surrounded by love,
but incapable of responding.
I hunger for learning,
But when the food is there, I push it away.
I thirst for knowledge, but I’m overwhelmed by all I don’t know and unable to fathom.

July 05, 2011

kesempatan terakhir

selasa, dini hari. sepiring nasi masih teronggok di hadapanku, tak kupedulikan karena keasyikanku mendalami dunia antah berantah yang baru saja kutemukan secara tidak sengaja. namun tiba-tiba Tuhan memunculkan raut wajahmu dihadapanku. raut wajah dengan ekspresimu yang selalu kusukai. dan aku terhenyak. keraguan mulai mengganggu jiwaku.

aku merenung, cukup lama. sembari memandang wajahmu. dan sejenak otakku berubah menjadi proyektor yang menampilkan kepingan-kepingan kecil yang pernah aku dan kamu lalui. tidak bisa dibilang sebagai kepingan-kepingan yang indah, sebenarnya, tetapi entah kenapa semua kepingan itu selalu disimpan oleh otakku dan tidak ingin ia lepaskan. lalu, aku pun teringat akan kesempatan ini. kesempatan terakhirku. tidak, aku tidak bisa. aku harus melepas kesempatan ini.

aku tau, kesempatan tidak datang dua kali. ya, aku sering dengar kalimat itu. tapi aku juga tau, aku dan kamu tidak ditakdirkan untuk dirangkai dalam satu kalimat yang sama.